Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kesiapan sumber daya manusia dalam pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi untuk program pendidikan luar sekolah haruslah sejalan dengan kemajuan teknologi atau kebutuhan sumber daya manusia tersebut karena kalau tidak pengelolaan program tersebut tidak akan berjalan dengan baik. Namun pengelola program dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi haruslah mempunyai skill atau keahlian khusus dalam perencanaan, pemanfaatan, dan evaluasi sehingga apa yang dicapainya terwujud.
Perencanaan TIK membutuhkan komponen strategi, yaitu:
(1) Prinsip prinsip perencanaan. Hal ini sebagai dasar dalam merumuskan perencanaan yang ideal sesuai dengan kaidah teoritik dan konseptual ilmu perencanaan (planning study).
(2) Penggabungan dengan sumber daya manusia. Dalam hal ini TIK berfungsi sebagai tambahan (supplement), pelengkap (complement), pengayaan (enrichment) dan pengganti (substuitution) sistem pembelajaran tradisional sebagaimana digariskan dalam sumber daya manusia.
(3) Pembelajaran yang profesional. TIK menuntut pola pembelajaran modern, lebih mengaktifkan peserta didik, menggunakan berbagai learning resources, optimalisasi potensi peserta didik serta pembelajaran berdasarkan minat (learning by interest). Aspek-aspek tersebut merupakan pola dasar pembelajaran untuk diaplikasikan dalam pembelajaran berbasis TIK.
(4) Aspek pembiayaan. Hal ini menjadi fokus perencanaan yang mempertimbangkan: perolehan sumber pendanaan pola pengelolaan dana yang diperoleh, responibility, acuntability dan sustainability dana untuk kesinambungan dan keberlanjutan program TIK.
Namun Sumber Daya manusia juga mengalami beberapa hambatan dalam menggunakan TIK dalam PLS.
Berikut beberapa hambatan yang dialami Sumberdaya Manusia
Survei yang dilakukan oleh the International Society for Horticultural Sciences (ISHS) telah mengidentifikasi hambatan-hambatan dalam mengadopsi TIK oleh petani khususnya petani hortikultura, yaitu:
1. Keterbatasan kemampuan;kesenjangan dalam pelatihan (training),
2. Kesadaran akan manfaat TIK, waktu, biayadari teknologi yang digunakan
3. Integrasi sistem dan ketersediaan software.
Kemampuan operasional komputer sangat dibutuhkan oleh pemerintah untuk meningkatkan efektivitas dan efesiensi pegawai dalam bekerja. Budaya kerja pemerintah selama ini yang cenderung bekerja secara manual akan berubah secara perlahan seiring dengan meningkatnya kemampuan operasional ini. Akhirnya akan mempengaruhi kemampuan pegawai dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara efektif. Kemampuan ini juga mempengaruhi implementasi egov ke depan sehingga cita-cita untuk mewujudkan good governance akan tercapai.
2. Keberterimaan Warga Belajar terhadap produk TIK yang digunakan dalam program PLS
Keberterimaan warga belajar terhadap TIK dalam program pendidikan luar sekolah adalah sangat membantu warga belajar dalam suatu program, karena seiring jalannya waktu teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang, jadi warga belajar sangat menerima atas kehadirannya teknologi informasi dan komunikasi yang sangat membantu atau menunjang dalam proses pencapaian tujuan warga belajar tersebut.
Melalui pemanfaatan TIK kita dapat meningkatkan mutu pendidikan, yaitu dengan cara membuka lebar-lebar terhadap akses ilmu pengetahuan dan penyelenggaraan pendidikan bermutu. Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi memberikan jangkauan yang luas, cepat, efektif, dan efesien terhadap penyebarluasan informasi ke berbagai penjuru dunia. Teknologi informasi berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan komunikasi teknologi yang menunjang terhadap praktik kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Hal ini berarti pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses pembelajaran dirancang dan dijalankan secara profesional. Setiap kegiatan pembelajaran selalu melibatkan dua pelaku aktif, yaitu guru dan siswa. Guru adalah pencipta kondisi belajar siswa yang didesain secara sengaja, sistematis, dan berkesinambungan. Sedangkan siswa sebagai peserta didik merupakan pihak yang menikmati kondisi belajar yang menciptakan guru tersebut. Dengan kata lain untuk pendidikan dan pengembangan guru sangat penting bagi keberhasilan penerapan kurikulum berbasis TIK. Semakin berkembangnya manusia, berkembanglah pula ilmu pengetahuan dan teknologi di segala bidang. Itu semua mengharuskan pendidikan menyesuaikan langkahnya jika ingin tetap relevan. Hal itu menjadikan pendidikan menjadi kian mahal, satu kenyataan yang sering kurang disadari oleh banyak orang. Dilain pihak berkembangnya umat manusia mendorong makin banyak orang untuk maju dan tak mau tertinggal. Dan mereka semua memerlukan pendidikan yang lebih baik. Akibatnya, baik faktor kualitas maupun kuantitas pendidikan tidak dapat bisa diabaikan. Pendidikan harus diselenggarakan secara bermutu dan adil mereta bagi seluruh rakyat. Maka, pendidikan yang sudah mahal, karena harus mencapai kualitas, menjadi semakin mahal karena harus melayani pula kuantitas. Peranan TIK dianggap sangat penting dalam dunia pendidikan. Pendidikan suatu bangsa merupakan tolak ukur kemampuan suatu bangsa. Oleh karena itu, pemanfaatan TIK diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita. Salah satu cara pemanfaatan TIK adalah melalaui pembelajaran di kelas yang berbasis teknologi dan informasi. Guru sebagai tenaga pengajar yang profesional harus tahu dan paham akan pentingnya TIK dalam pembelajaran pada saat ini.
Media Pembelajaran
Pemanfaatan Teknologi Informasi sebagai media pembelajaran dapat melalui pemanfaatan internet dalam e-learning maupun penggunaan komputer sebagai media interaktif. Diharapkan dengan penggunaan media ini dapat merangsang pikiran, perasaan, minat serta perhatian peserta didik sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat terjadi. Selain itu, proses pembelajaran akan lebih efektif karena penggunaan media pembelajaran memungkinkan teratasinya hambatan dalam proses komunikasi guru-peserta didik seperti hambatan fisiologis, psikologis, kultural, dan lingkungan.
1) Komputer sebagai media pembelajaran
Komputer awalnya digunakan amat terbatas, hanya untuk keperluan menghitung dalam kegiatan administrasi saja, tetapi sekarang aplikasi komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai sarana komputasi dan pengolahan kata (word processor) tetapi juga sangat memungkinkan sebagai sarana belajar untuk keperluan pendidikan, menurut Rusman, dkk (2011). Kecendrungan menggunakan media komputer dalam bidang pendidikan sudah mulai tanpak sekitar pada tahun 1970-an, kini pemanfaatan teknologi komputer telah banyak memberikan kontribusi terhadap proses pembelajaran salah satunya adalah dengan penerapan pembelajaran berbasis komputer. Penggunaan komputer dalam pembelajaran memungkinkan berlangsungnya proses pembelajaran secara individual (individual learning) dengan menumbuhkan kemandirian dalam proses belajar, sehingga siswa akan mengalami proses yang jauh lebih bermakna dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
2) Pemanfaatan E-learning dalam pembelajaran
Perkembangan Teknologi Komputer saat ini telah membentuk suatu jaringan (network) yang dapat memberi kemungkinan bagi peserta didik untuk berinteraksi dengan sumber belajar secara luas. Jaringan komputer berupa internet dan web telah membuka akses bagi setiap orang untuk memperolah informasi dan ilmu pengetahuan terkini dalam bidang akademik mereka masing-masing. Diskusi dan interaksi keilmuan dapat terselenggara melalui tersedianya fasilitas internet dan web dengan sistem e-learning sehingga memungkinkan peserta didik untuk mengakses informasi secara fleksibel tanpa terbatas waktu dan tempat.
Semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan bagi sobat semua :)
Terimakasih sudah mengunjungi blog ini, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sumber Referensi
Anawati, Novita Dwi. Dkk. 2013. Keberterimaan Pengguna (mahasiswa) terhadap Sistem Informasi Akademik Universitas Airlangga Cyber Campus (UACC). Pdf.(diakses pada tanggal 8 September, pukul 20:10 WIB)
http://wahyuindahyuliani123.blogspot.com/2016/01/hubungan-Sumber-Daya-Manusia-dengan-TIK.html (diakses pada tanggal 8 September, pukul 20:21 WIB)
http://ejournal.bsi.ac.id/2016/mengelola-sumber-daya-manusia-dalam-TIK.Html (diakses pada tanggal 8 September, pukul 21:21 WIB)