Senin, 30 Mei 2022

Pendidikan Keluarga Terhadap Pembentukan Kepercayaan Diri Anak

PENDIDIKAN KELUARGA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK

Oleh Riri Novrianti Mahasiswa PLS UNP 2019

 

Bagi anak, lingkungan pertamanya adalah keluarga. Dalam keluarga merupakan suatu tahap pertama dalam mempelajari dunia. Pola asuh yang baik dalam keluarga merupakan pondasi pertama yang dimiliki anak dalam hidupnya jadi penting bagi orang tua untuk senantiasa belajar dalam mendidik dan mengasuh anak-anaknya karena orang tua adalah guru pertama bagi anak. Pola asuh yang diterima anak sama dengan doktrin yang ditanamkan sejak dini dalam kehidupan anak. Jadi, pola pikir, cara berperilaku, cara berbicara hal tersebut berawal dari didikan orang tua.
    Orang tua sebagai pendidik yang paling utama dengan memberikan pola pengasuhan yang diterapkan dalam keluarganya. Orang tua memiliki peran penting dan strategis dalam menentukan kearah mana anak melangkah dan kepribadian anak akan dibentuk (Djamarah, 2014 : 44)  

    Banyak masalah anak yang menjadi pemicu rasa pesimis tinggi, misalnya kegagalan yang dialami, cemoohan, bahkan kesalahan orang lain yang ditimpakan padanya. Anak-anak adalah fase yang rentan, kesalahan menanggapi dan menyikapi dapat menjadi masalah serius. Contoh ketika anak gagal dalam bidang akademik, jangan sekali-kali katakan “kamu anak yang bodoh, Cuma seperti ini saja tidak bisa, kamu tidak berbakat, kamu tidak berkompeten dan lain sebagainya”. Kata-kata tersebut merupakan kekerasan verbal yang berdampak buruk dalam kejiwaan anak. Anak akan meyakini bahwa dirinya adalah anak tak berguna, anak bodoh dan lainnya. Berawal dari hal tersebut maka anak akan menjadi pesimis dalam belajar, pesimis dalam mencoba hal baru dan lain sebagainya. Kemudian akibatnya anak tidak dapat berkembang sesuai harapan.

            Kepercayaan diri ini menjadi penting karena terkadang seseorang punya potensi yang hebat tapi kemudian tidak tampil, tidak muncul karena kurang percaya diri untuk mengekspresikannya, sehingga potensinya hanya jadi milik nya sendiri, menunggu untuk ditemukan oleh orang lain, sementara orang-orang yang mungkin percaya diri untuk  lebih mengeksperikan diri, lebih bisa terlihat oleh orang lain, yang paling penting itu memunculkan potensi apa yang dimiliki, sehingga bisa mengembangkan dan mengoptimalkan kepercayan diri.

.
    Kepercayaan diri yaitu keyakinan akan kemampuan diri seseorang sehingga tidak mudah terpengaruh oleh orang lain dan dapat bertindak sesuai kehendak,gembira,optimis,cukup toleran, dan bertanggung jawab (Loutser,1992). Kepercayaan diri ini berhubungan dengan kemampuan melakukan sesuatu yang baik, karena pada dasarnya  manusia itu terbatas pada sejumlah hal yang dapat dilakukan dan kemampuan yang dikuasai.

Misalnya, ketika anak belajar menggambar sebagai orang tua perlu mensupport dan mengapresiasi prosesnya. Kebanyakan orang tua masih beranggapan bahwa ketika anak beberapa kali gagal maka anak itu akan dilabeli sebagai anak bodoh, tidak berbakat, tidak berkompeten dan lain-lain.
            Kesalahan pola asuh pada anak berakibat fatal bagi perkembangan anak, baik secara fisik maupun mental. sebagai orang tua wajib bagi kita untuk memastikan anak berkembang secara keseluruhan baik itu secara fisik maupun mentalnya. Kondisi fisik yang berkembang secara sehat ditandai dengan bugarnya tubuh seorang anak, bergerak aktif dan tumbuh sesuai dengan usianya. Sedangkan perkembangan mental yang baik adalah bertambahnya kedewasaan anak, kepercayaan diri dan lainnya.Percaya diri adalah suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang dimiliki seseorang dan keyakinan tersebut membuatnya merasa mampu untuk bisa mencapai tujuan hidupnya. (Hakim, 2004:6).

Membangun kepercayaan diri pada anak :


1.     Mengajari Keterampilan yang di perlukan, agar anak berfungsi secara mandiri dan merasa kompeten, seperti menggunakan sepatu sendiri, membereskan barang-barangnya sendiri, dsb. 
2.     Mengingat Keberhasilan sebelumnya, agar ia menyadari perkembangan keterampilannya (Lebih mampu,lebih terampil,lebih berani),seperti membandingkan ia dengan hari pertama sekolah dsb
3.     Memberikan anak tanggung jawab,meningkatkan pengalaman dibutuhkan,mengakui,dan menghargai usahanya,seperti melibatkan anak untuk merapikan meja dsb.

 

Dalam menjalani kehidupan kepercayaan diri merupakan modal awal yang perlu dimiliki setiap orang. Dengan rasa percaya terhadap dirinya manusia akan yakin dan optimis dalam melakukan sesuatu, meskipun akan gagal rasa percaya untuk mencoba itu adalah sesuatu yang berharga. seseorang yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi tampak sebagai sosok yang berani.

Peran Orang tua untuk mendukung kepercayaan anak

1.     Menjadi role model bagi anak
2.     Mendorong anak untuk mencoba hal yang baru
3.     Memberikan ruang untuk gagal
4.     Mengevaluasi kesahalan (hindari memarahi anak)
5.     Mengapresiasi proses yang dilalui anak
6.     Membantu anak menemukan minat/bakat
7.     Membantu anak menetapkan tujuan
8.     Melibatkan anak dalam kegiatan sehari-hari
9.     Mengenali kelebihan dan merangkul ketidaksempurnaan
10.  Menunjukkan cinta dan memberikan rasa aman

    Oleh karena itu, mulailah dengan dekati anak, pahami anak dan ajarkan mereka tentang kehidupan yang baik. Semakin percaya anak terhadap kehidupan yang baik maka mereka akan percaya dengan hidup dan percaya dengan dirinya. Begitupun sebaliknya, ketika anda menunjukkan sisi kejam dunia tanpa menunjukkan kebaikan didunia maka anak akan berkembang menjadi manusia yang penakut bahkan bisa menjadi brutal sebagai wujud perlawanannya.
 

 

Minggu, 31 Oktober 2021

Menghasilkan Rancangan Produk dengan Tekonolgi informasi dan Komunikasi

 Di era kita saat ini sudah timbul teknologi komunikasi yang lebih efektif dari tadinya. Orang- orang sudah bergeser kepada hp genggam ataupun ponsel. Tidak hanya lebih efisien sebab bisa dibawa ke mana saja serta biayanya gampang dijangkau, bayaran konsumsinya juga jauh lebih murah dibanding pemakaian telepon kabel yang tiap bulannya bisa membesar tanpa kita sadari. Sehingga betapa berartinya pertumbuhan teknologi untuk warga banyak.


Merancang produk dengan teknologi data ialah suatu yang sudah universal dicoba. Salah satunya merupakan perancangan produk aplikasi formula interaktif dari pembuatan kue tradisional. Dalam penelitiannya ada 2 tipe informasi yang digunakan. Yang awal ialah, informasi primer yang meliputi depth interview buat mengumpulkan data secara terperinci menimpa kasus yang hendak dinaikan yang berasal dari para pakar di bidangnya.


Pada perancangan ini, penulis melaksanakan depth interview terhadap 2 narasumber yang tiap- tiap ialah pakar di bidang kuliner dan pakar di bidang pembuatan aplikasi android, kuisioner buat menguasai gimana ciri audiens serta apa saja yang di idamkan oleh sasaran audiens secara merata yang nantinya bisa dituangkan dalam output perancangan aplikasi formula interaktif ini dan observasi buat mengamati gimana tingkah laku kanak- kanak, baik dalam kesehariannya ataupun tingkah laku mereka kala memasak.


Sebaliknya informasi sekunder meliputi data yang didapat dari literatur, media eksisting, dan informasi yang berasal dari internet. Produk yang hendak dihasilkan nantinya berbentuk suatu aplikasi android yang interaktif dengan konten berbentuk resep- resep kue tradisional yang terkenal di Pulau Jawa. Konten formula kue tradisional didapatkan dari pakar di bidng kuliner, dengan memilah mana saja kue- kue tradisional yang rasanya bisa dipraktekkan oleh anak umur 8- 12 tahun.


Dengan membagikan fitur interaktif, diharapkan kanak- kanak selaku pengguna aplikasi tersebut lebih gampang menguasai proses memasak kue tradisional serta pula tidak membosankan sehingga kanak- kanak lebih tertarik buat belajar memasak.


Ciri sasaran audiens ini didapatkan berdasar hasil kesimpulan dari analisis kuisioner, AIO, serta pula observasi yang dicoba oleh penulis pada tahapan studi yang sudah dicoba tadinya:


a. Menggemari game pada gadget


b. Gemar beraktifitas di luar rumah


c. Tertarik dengan kepribadian kartun


d. Menggemari kepribadian berupa manusia yang berproporsi lebih nyata


e. Bahagia memakai aplikasi yang berbentuk permainan ataupun interaktif


SUMBER REFERENSI

https://debbyananda35.blogspot.com/2021/10/menghasilkan-rancangan-produk-dengan.html


Minggu, 17 Oktober 2021

MENGUASAI PERANCANGAN TIK

    Perancangan produk ialah suatu langkah strategis buat dapat menciptakan bahan- bahan industri yang secara komersial wajib sanggup dicapai guna menciptakan laju pengembalian modal( rate of return on investment). erancangan serta pembuatan sesuatu produk baik yang baru ataupun yang telah terdapat ialah bagian yang sangat besar dari seluruh aktivitas metode yang sudah terdapat. Aktivitas ini didapat dari anggapan tentang kebutuhan manusia, setelah itu disusul oleh penciptaan sesuatu konsep produk, perancangan produk, pengembangan serta penyempurnaan produk, serta diakhiri dengan pembuatan serta pendistribusian produk tersebut. Di dalam sesuatu produk yang hendak dibesarkan, masing- masing elemen sesuatu produk memiliki fungsi- fungsi sendiri. Diantara fungsi- fungsi satu dengan yang lain terkadang terdapat silih terpaut, sehingga sesuatu guna komponen hendak memastikan guna komponen yang lain. Perancangan Serta Penciptaan Produk Teknologi dalam pendidkan warga bertujuan buat menciptakan pemecahan dari suatu kasus, dalam perihal ini kasus yang dirasakan oleh warga. Proses perancangan dimulai dengan mengenali kasus warga yang terdapat di dekat kita.

 

    Web merupakan singkatan dari“ website log” merupakan wujud aplikasi website yang menyamai tulisan- tulisan( yang dimuat sebagai posting) pada suatu taman website universal. Web website semacam ini umumnya bisa diakses oleh seluruh pengguna internet cocok dengan topik serta tujuan dari sang pengguna web tersebut. Web sangat menolong partisipan didik dalam belajar, ialah selaku sumber belajar serta bisa membagikan sebuah kesempatan supaya aktivitas belajar lebih menarik serta interaktif. Lewat web kita bisa sumber- sumber modul yang relevan serta bisa diterbitkan ke segala penjuru sehingga dapat diakses oleh siapapun. Dengan demikian, kesusahan siswa dalam mengumpulkan sumber- sumber data yang diperlukan dalam proses pendidikan bisa diatasi.

    Oleh sebab itu, web ialah salah satu sumber belajar yang strategis buat tingkatkan hasil belajar yang aktif serta interaktif, dan pula bisa memudahkan siswa dalam mendapatkan sumber belajar yang baik buat mendapatkan hasil belajar yang bagus. Jadi pemakaian media dalam proses belajar di harapkan bisa menarik atensi siswa serta bisa jadi salah satu aspek buat tingkatkan motivasi belajar siswa.

    Selaku media belajar, web bisa digunakan buat memposting ataupun mengarsipkan apa yang didapat dalam internet. Untuk partisipan didik web bisa di pakai selaku media belajar, sebab modul ajar yang hendak diberikan disekolah ditampilkan selaku taman website. Perihal ini selaku sesuatu pemecahan sistem pengajaran diluar kelas sekalian mengenalkan anak dalam dunia teknologi serta data spesialnya dunia internet, selaku media pengajar ataupun lebih tepatnya media silih berbagi partisipan didik. Web bisa dijadikan media belajar interaktif. Data yang ditampilkan dalam web, tidak menutup Kemungkinan Akan Mendapat reaksi ataupun pendapat dari wisatawan web, baik reaksi positif ataupun yang kontra. Pendapat yang di sampaikan oleh wisatawan bisa digunakan sebagai perlengkapan untuk mengukur seberapa besar pengaruh data yang terbuat didalam web. Dengan berikan reaksi balik terhadap pendapat yang masuk, berarti blogger hirau terhadap tiap wisatawan yang mengakses blognya. Dengan menyesuikan perihal tersebut di atas hingga pendidik dengan sendirinya hendak jadi peka terhadap data pedidikan yang tumbuh serta hendak terbiasa buat menulis. Disamping itu pendidik pula bisa menghasilkan media pendidikan yang bervariatif dengan menggunakan media web, lewat publising.

 


 

 

 

 

Jumat, 01 Oktober 2021

MENGUASAI PENGELOLAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)

 

Di era globalisasi peranan TIK menjadi semakin penting digunakan untuk mengungkapkan data dan fakta menjadi sebuah informasi yang bisa dimanfaatkan.  Kontribusi TIK tidak terlepas dari suatu tanggung jawab agar data dan fakta dapat dikumpulkan, dikelola, disimpan, diteliti, dibuktikan dan disebarkan agar masyarakat mendapatkan informasi penting dengan benar secara efektif dan efisien.  TIK pada hakikatnya adalah alat untuk mendapatkan nilai tambah dalam menghasilkan suatu informasi yang cepat, lengkap, akurat, transfaran dan mutakhir.  Salah satu manfaat yang dapat dirasakan dalam kontribusi TIK adalah teknologi internet.  Internet sebagai media informasi telah memberikan peluang bagi setiap orang untuk menyampaikan data dan fakta secara terbuka dan bertanggung jawab. Hal ini membuka peluang baru dalam perkembangan karakter dimana data, fakta dan informasi dapat milik semua orang secara terbuka dan jujur, dengan demikian flagiatisme akan berkurang.

TIK juga digunakan dalam pendidikan luar sekolah yaitu dalam berbagai program pendidikan nya seperti dalam pelatihan, pemberdayaan, penyuluhan dan lain- lain.  Kesiapan sumber dya manusia dalam pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi untuk program pendidikan luar sekolah haruslah sejalan dengan kemajuan teknologi atau kebutuhan sumber daya manusia tersebut karena kalau tidak pengelolaan program tersebut tidak akan berjalan dengan baik. Namun pengelola program dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi haruslah mempunyai skill atau keahlian khusus dalam perencanaan, pemanfaatan, dan evaluasi sehingga apa yang dicapainya terwujud. Selain itu teknologi juga digunakan untuk merancang dan mengkomunikasikan program kepada warga belajar. Untuk itu kesipan sumberdaya manusia diperlukan pada kondisi seperti ini. Kesiapan seseorang itu sangat diperlukan dalam memanfaatkan TIK dalam pogram pendidikan luar sekolah, agar program yang diberikan kepada masyarakat dapat memberikan dampak yang positif terhadap kehidupan masyarakat. Jika kita lihat pada saat ini manusia memang sudah siapa dalam memanfaatkan teknologi hal ini bisa kita lihat pada pemanfaatn teknologi dalam berbagi bidang, baik bidang ekonomi, politik, sosial dll.

Sumber Referensi

http://annisamiftahusshaumi.blogspot.com/2018/03/normal-0-false-false-false-in-x-none-x_13.html (Diakses pada tanggal 1 Oktober 2021 pukul 20:28)

http://frizkabyani.blogspot.com/2018/03/tik-pls.html

(Diakses pada tanggal 1 Oktober 2021 pukul 20:35)

http://nisamardha09.blogspot.com/2015/03/tik-serta-manfaat-tik-bagi-pls.html 

(Diakses pada tanggal 1 Oktober 2021 pukul 20:52)

 


Sabtu, 25 September 2021

PRAKTEK PENGUASAAN TIK PLS

 

                         

Dengan hadirnya TIK, orang-orang dari seluruh dunia bisa saling bertukar informasi atau berinteraksi dengan cepat dan efisien, tidak tergantung pada lokasi dan jarak mereka ataupun perbedaan bahasa yang mereka gunakan sehari-hari. Seseorang yang tinggal di daerah yang terpencil bisa mengambil informasi atau memperoleh pengetahuan yang sebenarnya terletak ribuan atau ratusan ribu kilometer darinya. Banyak program komputer yang ditujukan untuk mempermudah orang dalam mempelajari ilmu pengetahuan maupun bahasa asing. dengan dukungan multimedia, ilmu-ilmu yang sering dianggap sulit dapat disajikan dalam bentuk atau cara yang membuat orang senang mempelajarinya.

TIK sudah menjadi suatu daya penggerak perubahan bidang pendidikan dan mereka adalah suatu bagian integratif dari kebijakan dan rencana pendidikan nasional. Bukti yang berkembang menunjukkan semakin banyak negara yang mulai melengkapi sekolah mereka dengan komputer untuk mencapai reformasi sekolah atau usaha peningkatan sekolah atau bahkan untuk memberi sekolah mereka suatu penampilan modern dan bertenologi. 

Penguasaan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dapat dilakukan secara otodidak maupun melalui pelatihan yang dilakukan secara bertahap atau berkelanjutan demi kegiatan pembelajaran yang menarik dan waga belajar lebih termotivasi dan lebih optimal dalam memahami materi pembelajaran. Kemendikbud (2020) menyatakan teknologi dibidang pendidikan mengalami ketertinggalan dibandingkan dari perkembangan teknologi bidang finance maupun e-commerce.

Begitupun dengan dunia pendidikan luar sekolah, TIK menjadi media yang sangat penting dalam pembelajaran bagi warga belajar. Dengan penggunaan TIK segala hal dapat dengan mudah di akses dan dilaksanakan, dengan praktek dan penguasaan TIK yang memadai.

Praktek penggunaan atau penguasaan TIK dalam pendidikan luar sekolah sangatlah penting diterapkan di zaman sekarang yang hidup bersama teknologi, tentu saja pemanfaatannya begitu dirasakan, jika tidak bisa menggunakan TIK maka kita akan ketinggalan informasi maupun kemampuan.

Jadi sangat diperlukan penguasaan dan praktek penggunaan TIK dalam dunia pendidikan,karir, dan kehidupan sehari-hari kita.


SUMBER REFERENSI


Zyainuri, Z., & Marpanaji, E. (2012). Penerapan e-learning moodle untuk pembelajran siswa yang melaksanakan prakerin. Jurnal Pendidikan Vokasi, 2(3)Strapparava, C., dan Mihalcea, R (2007). Semeval-2007 task 14: Affective text. Proceedings of the 4th International Workshop on Semantic Evaluations.Association for Computational Linguistics,2007. 

Nuriyanti, D. D., & Utami, N. R. (2013). Pengembangan E-Learning Berbasis Moodle Sebagai Media Pembelajaran Sistem Gerak di SMA. Journal of Biology Education, 2(3).Suryadi, K. dan M.Ali Ramdhani.1998. Sistem Pendukung Keputusan Bandung. PT Remaja Rosdakarya

Mugara, R. (2011). Meningkatkan kompetensi guru melalui penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Prodi Pengembangan Kurikulum. Universitas Pendidikan Indonesia. Sunan Kalijaga: Yogyakarta.

Minggu, 19 September 2021

MENYESUAIKAN PENGGUNAAN TIK DENGAN KEBUTUHAN WARGA BELAJAR

 Keberterimaan warga belajar terhadap produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang digunakan dalam program pendidikan luar sekolah.

Keberterimaan warga belajar terhadap produk TIK yang digunakan dalam program PLS merupakan respon baik atau diterimanya oleh warga belajar itu sendiri terhadap penggunaan produk TIK dalam program PLS.

Banyak masyarakat yang belum menirima kemajuan tekonologi ini terutama dalam Program Pendidikan Luar Sekolah yang berupa penyiluhan kemajuan Teknologi untuk membantu para petani dalam memudahkan kerja mereka.

Keberterimaan warga belajar terhadap produk TIK yang digunakan dalam program PLS cenderung dipengaruhi oleh kemudahan untuk mengoperasikan, artinya jika pengguna atau warga belajar merasakan mudah untuk memahami dan mengoperasikan sebuah sistem informasi, maka dia akan bersedia menggunakannya dan menerima produk dari TIK tersebut.

 

Sama halnya dengan jika warga belajar merasa senang dan dapat membantunya dalam penerimaan informasi yang disampaikan oleh sumber belajar dengan mudah tanpa ada gangguan apapun dengan adanya bantuan atau pemanfaatan produk dari TIK ini, maka ia akan terbuka dan senang menerima dari pemanfaatan atau penggunaan produk TIK dalam program PLS.

 

Begitu juga sebaliknya, jika hal yang terjadi berbanding terbalik dengan di atas, maka kemungkinan besar warga belajar tidak akan mudah menerima produk TIK yang digunakan dalam PLS.

 

 

SUMBER  REFERENSI

Anawati, Novita Dwi. Dkk. 2013. Keberterimaan Pengguna (mahasiswa) terhadap Sistem Informasi Akademik Universitas Airlangga Cyber Campus (UACC). Pdf.

http://www.academia.edu/590798/Pemanfaatan_Teknologi_Informasi_dan_Komunikasi_Mendukung_Pembangunan_Pertanian_Berkelanjutan


Kamis, 09 September 2021

Kesiapan Sumber Daya Manusia Dalam Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  Kesiapan sumber daya manusia dalam pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi untuk program pendidikan luar sekolah haruslah sejalan dengan kemajuan teknologi atau kebutuhan sumber daya manusia tersebut karena kalau tidak pengelolaan program tersebut tidak akan berjalan dengan baik. Namun pengelola program dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi haruslah mempunyai skill atau keahlian khusus dalam perencanaan, pemanfaatan, dan evaluasi sehingga apa yang dicapainya terwujud.
Perencanaan TIK membutuhkan komponen strategi, yaitu:
 (1) Prinsip prinsip perencanaan. Hal ini sebagai dasar dalam merumuskan perencanaan yang ideal sesuai dengan kaidah teoritik dan konseptual ilmu perencanaan (planning study).
 (2) Penggabungan dengan sumber daya manusia. Dalam hal ini TIK berfungsi sebagai tambahan (supplement), pelengkap (complement), pengayaan (enrichment) dan pengganti (substuitution) sistem pembelajaran tradisional sebagaimana digariskan dalam sumber daya manusia. 
(3) Pembelajaran yang profesional. TIK menuntut pola pembelajaran modern, lebih mengaktifkan peserta didik, menggunakan berbagai learning resources, optimalisasi potensi peserta didik serta pembelajaran berdasarkan minat (learning by interest). Aspek-aspek tersebut merupakan pola dasar pembelajaran untuk diaplikasikan dalam pembelajaran berbasis TIK.
 (4) Aspek pembiayaan. Hal ini menjadi fokus perencanaan yang mempertimbangkan: perolehan sumber pendanaan pola pengelolaan dana yang diperoleh, responibility, acuntability dan sustainability dana untuk kesinambungan dan keberlanjutan program TIK.
Namun Sumber Daya manusia juga mengalami beberapa hambatan dalam menggunakan TIK dalam PLS.
Berikut beberapa hambatan yang dialami Sumberdaya Manusia
Survei yang dilakukan oleh the International Society for Horticultural Sciences (ISHS) telah mengidentifikasi hambatan-hambatan dalam mengadopsi TIK oleh petani khususnya petani hortikultura, yaitu:
1. Keterbatasan kemampuan;kesenjangan dalam pelatihan (training),
2. Kesadaran akan manfaat TIK, waktu, biayadari teknologi yang digunakan
3. Integrasi sistem dan ketersediaan software. 
      Kemampuan operasional komputer sangat dibutuhkan oleh pemerintah untuk meningkatkan efektivitas dan efesiensi pegawai dalam bekerja. Budaya kerja pemerintah selama ini yang cenderung bekerja secara manual akan berubah secara perlahan seiring dengan meningkatnya kemampuan operasional ini. Akhirnya akan mempengaruhi kemampuan pegawai dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara efektif. Kemampuan ini juga mempengaruhi implementasi egov ke depan sehingga cita-cita untuk mewujudkan good governance akan tercapai. 

2. Keberterimaan Warga Belajar terhadap produk TIK yang digunakan dalam program PLS 
    Keberterimaan warga belajar terhadap TIK dalam program pendidikan luar sekolah adalah sangat membantu warga belajar dalam suatu program, karena seiring jalannya waktu teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang, jadi warga belajar sangat menerima atas kehadirannya teknologi informasi dan komunikasi yang sangat membantu atau menunjang dalam proses pencapaian tujuan warga belajar tersebut.
Melalui pemanfaatan TIK kita dapat meningkatkan mutu pendidikan, yaitu dengan cara membuka lebar-lebar terhadap akses ilmu pengetahuan dan penyelenggaraan pendidikan bermutu. Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi memberikan jangkauan yang luas, cepat, efektif, dan efesien terhadap penyebarluasan informasi ke berbagai penjuru dunia. Teknologi informasi berkembang sejalan dengan perkembangan  teori dan komunikasi teknologi yang menunjang terhadap praktik kegiatan pembelajaran.  Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Hal ini berarti pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses pembelajaran dirancang dan dijalankan secara profesional. Setiap kegiatan pembelajaran selalu melibatkan dua pelaku aktif, yaitu guru dan siswa. Guru adalah pencipta kondisi belajar siswa yang didesain secara sengaja, sistematis, dan berkesinambungan. Sedangkan siswa sebagai peserta didik merupakan pihak yang menikmati kondisi belajar yang menciptakan guru tersebut. Dengan kata lain untuk pendidikan dan pengembangan guru sangat  penting bagi keberhasilan penerapan kurikulum berbasis TIK.                                                                       Semakin berkembangnya manusia, berkembanglah pula ilmu pengetahuan dan teknologi di segala bidang. Itu semua mengharuskan pendidikan menyesuaikan langkahnya jika ingin tetap relevan. Hal itu menjadikan pendidikan menjadi kian mahal, satu kenyataan yang sering kurang disadari oleh banyak orang. Dilain pihak berkembangnya umat manusia mendorong makin banyak orang untuk maju dan tak mau tertinggal. Dan mereka semua memerlukan pendidikan yang lebih baik. Akibatnya, baik faktor kualitas maupun kuantitas pendidikan tidak dapat bisa diabaikan. Pendidikan harus diselenggarakan secara bermutu dan adil mereta bagi seluruh rakyat. Maka, pendidikan yang sudah mahal, karena harus mencapai kualitas, menjadi semakin mahal karena harus melayani pula kuantitas.                                                  Peranan TIK dianggap sangat penting dalam dunia pendidikan. Pendidikan suatu bangsa merupakan tolak ukur kemampuan suatu bangsa. Oleh karena itu, pemanfaatan TIK diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita. Salah satu cara pemanfaatan TIK adalah melalaui pembelajaran di kelas yang berbasis teknologi dan informasi. Guru sebagai tenaga pengajar yang profesional harus tahu dan paham akan pentingnya TIK dalam pembelajaran pada saat ini. 
        Media Pembelajaran
Pemanfaatan Teknologi Informasi sebagai media pembelajaran dapat melalui pemanfaatan internet dalam e-learning maupun penggunaan komputer sebagai media interaktif. Diharapkan dengan penggunaan media ini dapat merangsang pikiran, perasaan, minat serta perhatian peserta didik sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat terjadi. Selain itu, proses pembelajaran akan lebih efektif karena penggunaan media pembelajaran memungkinkan teratasinya hambatan dalam proses komunikasi guru-peserta didik seperti hambatan fisiologis, psikologis, kultural, dan lingkungan.
1) Komputer sebagai media pembelajaran
Komputer awalnya digunakan amat terbatas, hanya untuk keperluan menghitung dalam kegiatan administrasi saja, tetapi sekarang aplikasi komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai sarana komputasi dan pengolahan kata (word processor) tetapi juga sangat memungkinkan sebagai sarana belajar untuk keperluan pendidikan, menurut Rusman, dkk (2011). Kecendrungan menggunakan media komputer dalam bidang pendidikan sudah mulai tanpak sekitar pada tahun 1970-an, kini pemanfaatan teknologi komputer telah banyak memberikan kontribusi terhadap proses pembelajaran salah satunya adalah dengan penerapan pembelajaran berbasis komputer. Penggunaan komputer dalam pembelajaran memungkinkan berlangsungnya proses pembelajaran secara individual (individual learning) dengan menumbuhkan kemandirian dalam proses belajar, sehingga siswa akan mengalami proses yang jauh lebih bermakna dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. 
2) Pemanfaatan E-learning dalam pembelajaran
Perkembangan Teknologi Komputer saat ini telah membentuk suatu jaringan (network) yang dapat memberi kemungkinan bagi peserta didik untuk berinteraksi dengan sumber belajar secara luas. Jaringan komputer berupa internet dan web telah membuka akses bagi setiap orang untuk memperolah informasi dan ilmu pengetahuan terkini dalam bidang akademik mereka masing-masing. Diskusi dan interaksi keilmuan dapat terselenggara melalui  tersedianya fasilitas internet dan web dengan sistem e-learning sehingga memungkinkan peserta didik untuk mengakses informasi secara fleksibel tanpa terbatas waktu dan tempat.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan bagi sobat semua :)

Terimakasih sudah mengunjungi blog ini, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Sumber Referensi 

 

Anawati, Novita Dwi. Dkk. 2013. Keberterimaan Pengguna (mahasiswa) terhadap Sistem Informasi Akademik Universitas Airlangga Cyber Campus (UACC). Pdf.(diakses pada tanggal 8 September, pukul 20:10 WIB)
http://wahyuindahyuliani123.blogspot.com/2016/01/hubungan-Sumber-Daya-Manusia-dengan-TIK.html (diakses pada tanggal 8 September, pukul 20:21 WIB)
http://ejournal.bsi.ac.id/2016/mengelola-sumber-daya-manusia-dalam-TIK.Html (diakses pada tanggal 8 September, pukul 21:21 WIB)

Jumat, 03 September 2021

Penggunaan TIK Sebagai Sarana Komunikasi Dengan Kelompok Sasaran

 



Asslamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Halo sobat semua, penulis akan membahas mengenai penggunaan TIK sebagai sarana komunikasi dengan kelompok sasaran pendidikan luar sekolah.

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mengalami perkembangan yang pesat dan dimanfaatkan di semua sisi kehidupan, termasuk di bidang pendidikan.

Dalam pendidikan luar sekolah, peran TIK sangatlah berperan penting dalam pembelajaran, ketika melaksanakan suatu kegiatan ataupun program pendidikan luar sekolah, teknologi informasi dan komunikasi penggunaanya sangat dibutuhkan.

Berikut penggunaan TIK sebagai sarana komunikasi dengan kelompok sasaran :

1.    Pembelajaran Kejar Paket C berbasis ICT

Merupakan salah satu program kelompok kerja (Pokja) Kesetaraan BP-PLSP Regional I. Program ini difasilitasi oleh Direktorat Pendidikan Kesetaraan, Ditjen PLS, Depdiknas, melalui dana block grant perluasan akses pendidikan kesetaraan dengan memanfaatkan information and communication technology (ICT) tahun 2006. Produk daripada program Pembelajaran Paket C berbasis ICT yaitu Aplikasi Pembelajaran Paket C Berbasis Web.

Mewakili tim pengelola program ini, Arifin Ambarita,S.Si. dari atas pentas menyampaikan bahwa peserta didik hanya mendaftar melalui internet dan tak perlu datang secara langsung ke penyelenggara. Pembelajaran juga melalui internet dan seluruh modul-modul dapat didownload. Untuk menguji tingkat kompetensi peserta didik disediakan soal-soal untuk dikerjakan dan secara langsung dapat diketahui skor setelah usai mengerjakan.

Sasaran program ini tidak hanya dimanfaatkan oleh peserta didik pada kelompok belajar Paket C yang dikelola BP-PLSP Regional I tapi juga melayani kelompok-kelompok belajar yang dikelola SKB di Kabupaten/Kota, PKBM dan satuan pendidikan nonformal lainnya. Modul dan soal yang disediakan dapat diakses oleh peserta didik setelah melakukan registrasi terlebih dahulu.

Setiap satu topik materi diadakan ujian secara online dan peserta didik dapat langsung mengetahui jawabannya. Apabila skornya 60 maka dinyatakan lulus dan berhak mengikuti pembelajaran berikutnya. Apabila skornya dibawah 60 maka dinyatakan tidak lulus dan harus mengulang.

2.    Teknologi Radio Paket               

Terkait dengan masalah infrastruktur penunjang teknologi informasi, terdapat beberapa pilihan yang dapat dilakukan, tapi salah satu solusi yang tepat melihat situasi serta kondisi masyarakat yang menjadi sasarannya adalah dengan menggunakan konsep yang ditelurkan oleh tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yaitu dengan menggunakan teknologi Radio Paket. Dengan menggunakan teknologi ini kita sudah dapat membangun suatu jaringan komputer dengan biaya murah serta mudah. Selain itu teknologi ini dapat digunakan di daerah-daerah yang belum dijangkau oleh koneksi dial-upnya telkom. Tentu saja pembangunan ini perlu mendapat dukungan dari semua pihak termasuk pemerintah daerah.

Perangkat-perangkat informasi seperti Situs, e-learning serta sistem informasi pendidikan luar sekolah juga menjadi poin yang penting untuk dikembangkan sebab dari sanalah semua bahan dan informasi mengenai pendidikan luar sekolah didapatkan.

Walaupun kita telah dapat merealisasikan infrastruktur serta perangkatnya, hal tersebut menjadi tidak berguna apabila tidak ditunjang oleh SDM yang baik. Untuk mewujudkan SDM yang baik terutama dalam menggunakan perangkat teknologi informasi diperlukan pelatihan serta sosialisasi mengenai hal tersebut. Mungkin bagi stakeholder atau pelaksana teknis di bidang pendidikan luar sekolah, pelatihan berbasis teknologi informasi bukanlah barang baru. Sebab BPPLSP Regional V Makassar misalnya telah beberapa kali melaksanakan pelatihan seperti itu, tapi bagaimana bagi tutor atau peserta paket A, B, C misalnya. Pasti belum banyak yang mengenal hal tersebut. Oleh karena itu perlu dipikirkan suatu konsep yang dapat mengintegrasikan pengetahuan mengenai teknologi informasi pada seluruh lapisan masyarakat.

BPPLSP Regional V Makassar sendiri sebagai perpanjangan pemerintah pusat di daerah yang bertanggung jawab dibidang pendidikan luar sekolah telah berusaha mengembangkan perangkat-perangkat penunjang untuk penyebaran informasi pendidikan luar sekolah diantaranya pengembangan website, Pengembangan sistem informasi pendidikan luar sekolah, e-learning pendidikan luar sekolah. Sedangkan untuk ke depan BPPLSP Regional V telah merencanakan membuat suatu komunitas berbasis teknologi informasi di lingkup propinsi hingga pedesaan dalam program Cyber Village.

3.    Pengembangan Televisi Pendidikan Indonesia untuk Pendidikan Luar Sekolah

Sejak REPELITA 1 sebenarnya pemerintah sudah berniat untuk mengembangkan siaran radio dan televisi pendidikan untuk peningkatan mutu sekolah dasar. Untuk keperluan itu berbagai studi dan langkah persiapan, termasuk pelaksanaan proyek perintisan telah pula dilakukan, dan sejumlah kebijakan telah pula di gariskan. Bahkan untuk pertama kali media pendidikan dicantumkan dalam Ketetapan MPR mengenai Garis Besar Haluan Negara, dimana ditentukan bahwa “media pendidikan serta fasilitas lainnya perlu terus disempurnakan, ditingkatkan, dan lebih didayagunakan.” (MPR-RI, 1988:70).

Bila kita kaji secara empirik , kita mengenal tiga macam strategi pengembangan penggunaan media komunikasi masa, terutama televisi,  untuk keperluan pendidikan dan atau komunikasi pembangunan, yaitu strategi perintisan atau percontohan, strategi penahapan dan strategi serentak. Strategi perintisan atau percontohan memang mempunyai landasan ilmiah yang lebih mantap karena berbagai komponen pengembangan dicobakan, dinilai, dan disempurnakan. Namun sering kali kegiatan perintisan ini diselenggarakan dalam skala yang terlalu kecil sehingga kurang mendapt arti secara nasional. Oleh karena itu sering kali tidak dapat “tinggal landas” untuk di difusikan secara meluas.

Contoh kategori siaran pendidikan luar sekolah :

a.   Among Tani

Sasaran : warga pedesaan

Isi : bimbingan dan penyuluhan dalam bidang pertanian, termasuk perkebunan, peternakan, perikanan untuk meningkatkan hasil dan mutu produksi, serta pengolahan dan pemasarannya.

Kriteria : instruksional disertai peragaan, visualisasi dan simulasi.

                   b. Para Pemuda

Sasaran : pemuda dan remaja

Isi : bimibngan untuk meimilih dan membina karir, di utamakan karir untuk berwiraswasta dan wirausaha.

Kriteria : instruksional disertai fragmen, uraian, peragaan dan ilustrasi.

Produksi dan pengadaan paket siaran. Yang dimaksud dengan produksi adalah membuat paket siaran sendiri (di dalam Negeri) berdasarkan naskah yang telah di rancang sesuai dengan kriteria mata acara. Sedangkan yang dimaksud dengan pengadaan paket siaran adalah pembelian atau perolehan rekaman yang sudah jadi, dan yang dinilai sesuai dengan kriteria mata acara dan kriteria penyiaran.

 

SUMBER REFERENSI

http://myworld-mala.blogspot.com/2011/11/aplikasi-tik-dalam-pendidikan-luar.html( Diakses pada tanggal 3 September,pukul 20:13)

https://ajokuniang.blogspot.com/2018/02/penggunaan-tik-dalam-program-pendidikan.html( Diakses pada tanggal 3 September,pukul 21:10)

http://oktaviani.staff.gunadarma.ac.id/Publications/files/2159/tiuntukpendidikannonformal.pdf( Diakses pada tanggal 3 September,pukul 21:20)

https://media.neliti.com/media/publications/144496-ID-pelaksanaan-program-pendidikan-pelatihan.pdf( Diakses pada tanggal 3 September,pukul 21:05)

 

Rabu, 25 Agustus 2021

Manfaat Teknologi Informasi Komunikasi Dalam Pendidikan Luar Sekolah

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Halo sobat semua, mendengar kata TIK tentu saja sudah tidak asing lagi di telinga kita semua, karena TIK sudah menjadi salah satu kebutuhan bagi manusia pada saat ini, terlebih perkembangan TIK pada saat ini sangat lah pesat, sehingga dalam kehidupan kita sehari-hari tidak luput dari penggunaan TIK. Teknologi informasi dan komunikasi menjadi suatu teknologi yang sangat penting bagi masyarakat termasuk dalam dunia pendidikan, karena dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran (materi pembelajaran) yang dapat diakses dari teknologi tersebut. Jika peserta didik memiliki kemampuan dan menguasainya maka akan besar manfaatkan bagi peserta didik dapat mengembangkan bahan ajar yang sedang dipelajarinya baik dalam pendidikan formal maupun non formal.

Kali ini penulis akan membahas apa saja manfaat TIK dalam pendidikan luar sekolah yaitu :

b.       1.   TIK sebagai infrastruktur pembelajaran
Penggunaan TIK sebagai salah satu komponen pembelajaran akan meningkatkan kualitas pembelajaran itu sendiri. Pembelajaran jadi bisa dilaksanakan di mana saja dan kapan saja, serta tidak terkendala lagi oleh keadaan di mana peserta didik, pengajar dan bahan ajar terpisah secara geografis.
c.       2.  TIK sebagai sumber bahan belajar
Pemanfaatan TIK sebagai suatu sumber bahan belajar akan menjamin tersedianya materi-materi pembelajaran yang selalu terperbaharui dan selalu tersedia untuk diakses setiap saat. Selain itu materi-materi pembelajaran pun akan lebih mudah untuk diperbaharui menyesuaikan dengan cepatnya perkembangan ilmu pengetahuanyang terjadi.
Contoh : warga belajar yang sedang belajar tentang life skill otomotif  misalnya dapat mencari bahan pembelajaran atau materi pembelajaran lewat internet dll
d.       3. TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran
Melalui pemanfaatan TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran, suatu materi pembelajaran akan tersampaikan dengan lebih baik dengan mempertimbangkan konteks dunia nyatanya. Ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan akan tersampaikan dengan lebih riil sehingga penyerapan bahan ajar pun terjadi denganlebih cepat. Melalui pemanfaatan TIK juga interaksi antar peserta didik akan lebih tinggi sehingga akuisisi ilmu pengetahuan di antara mereka akan berlangsung dengan lebih baik, baik secara kualitas maupun kuantitas. Selain itu, peserta didik akan menjadi mampu melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih bebas dan mandiri.
Contohnya : penggunaan proyektor atau infokus dalam media pembelajaran 
e.        4. TIK sebagai pendukung  manajemen  pembelajaran
Pemanfaatan TIK dalam mendukung manajemen pembelajaran dapat dipergunakan untuk   membantu       mengelola        dan      mengolah         data-data         pendidikan dan pembelajaran sehingga menghasilkan suatu lembaga pendidikan yang berkualitas yang mampu menyediakan data pendidikan yang akurat, mudah dipergunakan, serta dapat diperoleh dengan tepat waktu.
Contoh : memanfaatkan komputer dalam memanajemen arsip-arsip pengelolaan PLS
f.       5. TIK sebagai sistem pendukung  keputusan.
Ketersediaan data-data pendidikan yang akurat dapat digunakan oleh para pembuat keputusan dan pemegang kewenangan untuk membuat keputusan yang tepat bagi sistem pendidikan yang berlangsung. Sistem kerja TIK yang membuat suatu data bisa selalu diperbaharui dan tersedia setiap saat akan memberikan jaminan terhadap ketersediaan data-data yang valid dan reliabel guna terciptanya keputusan dan kebijakan yang menguntungkan suatu pihak.
Satu hal yang jelas dari kegiatan pemanfaatan TIK dalam pendidikan, bahwa TIK kini memegang peranan yang penting dalam penyelenggaraan suatu sistem pendidikan guna menjamin terciptanya pendidikan yang berkualitas, perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan umat manusia. Berbagai aplikasi teknologi informasi dan komunikasi harus selalu dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya agar dapat selalu memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang senantiasa berkembang di dunia pendidikan dan pembelajaran.

     SUMBER REFERENSI

Andayani, (2011), Pemanfaatan Teknolofi Informasi dalam Pembelajaran, Jakarta, Penerbit Universitas terbuka. (Diakses pada tanggal 25 Agustus, jam 12:30)

https://ajokuniang.blogspot.com/2018/02/penggunaan-tik-dalam-program-pendidikan.html (Diakses pada tanggal 25 Agustus, jam 14:12)

http://ekanatasya999.blogspot.co.id/2015/03/hakikat-teknologi-informasi-dan.html ( Di akses pada tanggal 25 Agustus, jam 16:20 WIB)
https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi (Di akses pada tanggal 25 Agustus, jam 16:45 WIB)

Lkpd Masyarakat Indonesia pada Masa Hindu-Buddha dan Islam