
Lkpd Masyarakat Indonesia pada Masa Hindu-Buddha dan Islam
PENDIDIKAN
KELUARGA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK
Oleh
Riri Novrianti Mahasiswa PLS UNP 2019
Bagi anak, lingkungan pertamanya adalah
keluarga. Dalam keluarga merupakan suatu tahap pertama dalam mempelajari dunia.
Pola asuh yang baik dalam keluarga merupakan pondasi pertama yang dimiliki anak
dalam hidupnya jadi penting bagi orang tua untuk senantiasa belajar dalam
mendidik dan mengasuh anak-anaknya karena orang tua adalah guru pertama bagi
anak. Pola asuh yang diterima anak sama dengan doktrin yang ditanamkan sejak
dini dalam kehidupan anak. Jadi, pola pikir, cara berperilaku, cara berbicara
hal tersebut berawal dari didikan orang tua.
Orang tua sebagai pendidik yang paling utama dengan
memberikan pola pengasuhan yang diterapkan dalam keluarganya. Orang tua
memiliki peran penting dan strategis dalam menentukan kearah mana anak
melangkah dan kepribadian anak akan dibentuk (Djamarah, 2014 : 44)
Banyak masalah anak yang menjadi pemicu rasa pesimis tinggi, misalnya
kegagalan yang dialami, cemoohan, bahkan kesalahan orang lain yang ditimpakan
padanya. Anak-anak adalah fase yang rentan, kesalahan menanggapi dan menyikapi
dapat menjadi masalah serius. Contoh ketika anak gagal dalam bidang akademik,
jangan sekali-kali katakan “kamu anak yang bodoh, Cuma seperti ini saja tidak
bisa, kamu tidak berbakat, kamu tidak berkompeten dan lain sebagainya”.
Kata-kata tersebut merupakan kekerasan verbal yang berdampak buruk dalam
kejiwaan anak. Anak akan meyakini bahwa dirinya adalah anak tak berguna, anak
bodoh dan lainnya. Berawal dari hal tersebut maka anak akan menjadi pesimis
dalam belajar, pesimis dalam mencoba hal baru dan lain sebagainya. Kemudian
akibatnya anak tidak dapat berkembang sesuai harapan.
Kepercayaan
diri ini menjadi penting karena terkadang seseorang punya potensi yang hebat
tapi kemudian tidak tampil, tidak muncul karena kurang percaya diri untuk
mengekspresikannya, sehingga potensinya hanya jadi milik nya sendiri, menunggu
untuk ditemukan oleh orang lain, sementara orang-orang yang mungkin percaya
diri untuk lebih mengeksperikan diri, lebih bisa terlihat oleh orang
lain, yang paling penting itu memunculkan potensi apa yang dimiliki, sehingga
bisa mengembangkan dan mengoptimalkan kepercayan diri.
.
Kepercayaan diri yaitu keyakinan akan kemampuan diri
seseorang sehingga tidak mudah terpengaruh oleh orang lain dan dapat bertindak
sesuai kehendak,gembira,optimis,cukup toleran, dan bertanggung jawab
(Loutser,1992). Kepercayaan diri ini berhubungan dengan kemampuan melakukan sesuatu
yang baik, karena pada dasarnya manusia itu terbatas pada sejumlah
hal yang dapat dilakukan dan kemampuan yang dikuasai.
Misalnya, ketika anak belajar menggambar
sebagai orang tua perlu mensupport dan mengapresiasi prosesnya. Kebanyakan
orang tua masih beranggapan bahwa ketika anak beberapa kali gagal maka anak itu
akan dilabeli sebagai anak bodoh, tidak berbakat, tidak berkompeten dan
lain-lain.
Kesalahan
pola asuh pada anak berakibat fatal bagi perkembangan anak, baik secara fisik
maupun mental. sebagai orang tua wajib bagi kita untuk memastikan anak
berkembang secara keseluruhan baik itu secara fisik maupun mentalnya. Kondisi
fisik yang berkembang secara sehat ditandai dengan bugarnya tubuh seorang anak,
bergerak aktif dan tumbuh sesuai dengan usianya. Sedangkan perkembangan mental
yang baik adalah bertambahnya kedewasaan anak, kepercayaan diri dan
lainnya.Percaya diri adalah suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek
kelebihan yang dimiliki seseorang dan keyakinan tersebut membuatnya merasa
mampu untuk bisa mencapai tujuan hidupnya. (Hakim, 2004:6).
Membangun kepercayaan diri pada anak :
1. Mengajari Keterampilan yang di perlukan, agar
anak berfungsi secara mandiri dan merasa kompeten, seperti menggunakan sepatu
sendiri, membereskan barang-barangnya sendiri, dsb.
2. Mengingat Keberhasilan sebelumnya, agar ia
menyadari perkembangan keterampilannya (Lebih mampu,lebih terampil,lebih
berani),seperti membandingkan ia dengan hari pertama sekolah dsb
3. Memberikan anak tanggung jawab,meningkatkan
pengalaman dibutuhkan,mengakui,dan menghargai usahanya,seperti melibatkan anak
untuk merapikan meja dsb.
Dalam menjalani kehidupan kepercayaan diri
merupakan modal awal yang perlu dimiliki setiap orang. Dengan rasa percaya
terhadap dirinya manusia akan yakin dan optimis dalam melakukan sesuatu,
meskipun akan gagal rasa percaya untuk mencoba itu adalah sesuatu yang
berharga. seseorang yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi tampak sebagai
sosok yang berani.
Peran
Orang tua untuk mendukung kepercayaan anak
1. Menjadi role
model bagi anak
2. Mendorong anak untuk mencoba hal yang baru
3. Memberikan ruang untuk gagal
4. Mengevaluasi kesahalan (hindari memarahi anak)
5. Mengapresiasi proses yang dilalui anak
6. Membantu anak menemukan minat/bakat
7. Membantu anak menetapkan tujuan
8. Melibatkan anak dalam kegiatan sehari-hari
9. Mengenali kelebihan dan merangkul
ketidaksempurnaan
10. Menunjukkan cinta dan memberikan rasa aman
Oleh karena itu, mulailah dengan dekati anak, pahami anak dan ajarkan
mereka tentang kehidupan yang baik. Semakin percaya anak terhadap kehidupan
yang baik maka mereka akan percaya dengan hidup dan percaya dengan dirinya.
Begitupun sebaliknya, ketika anda menunjukkan sisi kejam dunia tanpa
menunjukkan kebaikan didunia maka anak akan berkembang menjadi manusia yang
penakut bahkan bisa menjadi brutal sebagai wujud perlawanannya.
Di era kita saat ini sudah timbul teknologi komunikasi yang lebih efektif dari tadinya. Orang- orang sudah bergeser kepada hp genggam ataupun ponsel. Tidak hanya lebih efisien sebab bisa dibawa ke mana saja serta biayanya gampang dijangkau, bayaran konsumsinya juga jauh lebih murah dibanding pemakaian telepon kabel yang tiap bulannya bisa membesar tanpa kita sadari. Sehingga betapa berartinya pertumbuhan teknologi untuk warga banyak.
Merancang produk dengan teknologi data ialah suatu yang sudah universal dicoba. Salah satunya merupakan perancangan produk aplikasi formula interaktif dari pembuatan kue tradisional. Dalam penelitiannya ada 2 tipe informasi yang digunakan. Yang awal ialah, informasi primer yang meliputi depth interview buat mengumpulkan data secara terperinci menimpa kasus yang hendak dinaikan yang berasal dari para pakar di bidangnya.
Pada perancangan ini, penulis melaksanakan depth interview terhadap 2 narasumber yang tiap- tiap ialah pakar di bidang kuliner dan pakar di bidang pembuatan aplikasi android, kuisioner buat menguasai gimana ciri audiens serta apa saja yang di idamkan oleh sasaran audiens secara merata yang nantinya bisa dituangkan dalam output perancangan aplikasi formula interaktif ini dan observasi buat mengamati gimana tingkah laku kanak- kanak, baik dalam kesehariannya ataupun tingkah laku mereka kala memasak.
Sebaliknya informasi sekunder meliputi data yang didapat dari literatur, media eksisting, dan informasi yang berasal dari internet. Produk yang hendak dihasilkan nantinya berbentuk suatu aplikasi android yang interaktif dengan konten berbentuk resep- resep kue tradisional yang terkenal di Pulau Jawa. Konten formula kue tradisional didapatkan dari pakar di bidng kuliner, dengan memilah mana saja kue- kue tradisional yang rasanya bisa dipraktekkan oleh anak umur 8- 12 tahun.
Dengan membagikan fitur interaktif, diharapkan kanak- kanak selaku pengguna aplikasi tersebut lebih gampang menguasai proses memasak kue tradisional serta pula tidak membosankan sehingga kanak- kanak lebih tertarik buat belajar memasak.
Ciri sasaran audiens ini didapatkan berdasar hasil kesimpulan dari analisis kuisioner, AIO, serta pula observasi yang dicoba oleh penulis pada tahapan studi yang sudah dicoba tadinya:
a. Menggemari game pada gadget
b. Gemar beraktifitas di luar rumah
c. Tertarik dengan kepribadian kartun
d. Menggemari kepribadian berupa manusia yang berproporsi lebih nyata
e. Bahagia memakai aplikasi yang berbentuk permainan ataupun interaktif
SUMBER REFERENSI
https://debbyananda35.blogspot.com/2021/10/menghasilkan-rancangan-produk-dengan.html
Perancangan produk ialah suatu langkah strategis buat dapat menciptakan bahan- bahan industri yang secara komersial wajib sanggup dicapai guna menciptakan laju pengembalian modal( rate of return on investment). erancangan serta pembuatan sesuatu produk baik yang baru ataupun yang telah terdapat ialah bagian yang sangat besar dari seluruh aktivitas metode yang sudah terdapat. Aktivitas ini didapat dari anggapan tentang kebutuhan manusia, setelah itu disusul oleh penciptaan sesuatu konsep produk, perancangan produk, pengembangan serta penyempurnaan produk, serta diakhiri dengan pembuatan serta pendistribusian produk tersebut. Di dalam sesuatu produk yang hendak dibesarkan, masing- masing elemen sesuatu produk memiliki fungsi- fungsi sendiri. Diantara fungsi- fungsi satu dengan yang lain terkadang terdapat silih terpaut, sehingga sesuatu guna komponen hendak memastikan guna komponen yang lain. Perancangan Serta Penciptaan Produk Teknologi dalam pendidkan warga bertujuan buat menciptakan pemecahan dari suatu kasus, dalam perihal ini kasus yang dirasakan oleh warga. Proses perancangan dimulai dengan mengenali kasus warga yang terdapat di dekat kita.
Web merupakan singkatan dari“ website log” merupakan wujud aplikasi website yang menyamai tulisan- tulisan( yang dimuat sebagai posting) pada suatu taman website universal. Web website semacam ini umumnya bisa diakses oleh seluruh pengguna internet cocok dengan topik serta tujuan dari sang pengguna web tersebut. Web sangat menolong partisipan didik dalam belajar, ialah selaku sumber belajar serta bisa membagikan sebuah kesempatan supaya aktivitas belajar lebih menarik serta interaktif. Lewat web kita bisa sumber- sumber modul yang relevan serta bisa diterbitkan ke segala penjuru sehingga dapat diakses oleh siapapun. Dengan demikian, kesusahan siswa dalam mengumpulkan sumber- sumber data yang diperlukan dalam proses pendidikan bisa diatasi.
Oleh sebab itu, web ialah salah satu sumber belajar yang strategis buat tingkatkan hasil belajar yang aktif serta interaktif, dan pula bisa memudahkan siswa dalam mendapatkan sumber belajar yang baik buat mendapatkan hasil belajar yang bagus. Jadi pemakaian media dalam proses belajar di harapkan bisa menarik atensi siswa serta bisa jadi salah satu aspek buat tingkatkan motivasi belajar siswa.
Selaku media belajar, web bisa digunakan buat memposting ataupun mengarsipkan apa yang didapat dalam internet. Untuk partisipan didik web bisa di pakai selaku media belajar, sebab modul ajar yang hendak diberikan disekolah ditampilkan selaku taman website. Perihal ini selaku sesuatu pemecahan sistem pengajaran diluar kelas sekalian mengenalkan anak dalam dunia teknologi serta data spesialnya dunia internet, selaku media pengajar ataupun lebih tepatnya media silih berbagi partisipan didik. Web bisa dijadikan media belajar interaktif. Data yang ditampilkan dalam web, tidak menutup Kemungkinan Akan Mendapat reaksi ataupun pendapat dari wisatawan web, baik reaksi positif ataupun yang kontra. Pendapat yang di sampaikan oleh wisatawan bisa digunakan sebagai perlengkapan untuk mengukur seberapa besar pengaruh data yang terbuat didalam web. Dengan berikan reaksi balik terhadap pendapat yang masuk, berarti blogger hirau terhadap tiap wisatawan yang mengakses blognya. Dengan menyesuikan perihal tersebut di atas hingga pendidik dengan sendirinya hendak jadi peka terhadap data pedidikan yang tumbuh serta hendak terbiasa buat menulis. Disamping itu pendidik pula bisa menghasilkan media pendidikan yang bervariatif dengan menggunakan media web, lewat publising.
Di
era globalisasi peranan TIK menjadi semakin penting digunakan untuk
mengungkapkan data dan fakta menjadi sebuah informasi yang bisa
dimanfaatkan. Kontribusi TIK tidak
terlepas dari suatu tanggung jawab agar data dan fakta dapat dikumpulkan,
dikelola, disimpan, diteliti, dibuktikan dan disebarkan agar masyarakat
mendapatkan informasi penting dengan benar secara efektif dan efisien. TIK pada hakikatnya adalah alat untuk
mendapatkan nilai tambah dalam menghasilkan suatu informasi yang cepat,
lengkap, akurat, transfaran dan mutakhir.
Salah satu manfaat yang dapat dirasakan dalam kontribusi TIK adalah
teknologi internet. Internet sebagai
media informasi telah memberikan peluang bagi setiap orang untuk menyampaikan
data dan fakta secara terbuka dan bertanggung jawab. Hal ini membuka peluang
baru dalam perkembangan karakter dimana data, fakta dan informasi dapat milik
semua orang secara terbuka dan jujur, dengan demikian flagiatisme akan
berkurang.
TIK juga digunakan dalam pendidikan luar sekolah yaitu dalam berbagai program pendidikan nya seperti dalam pelatihan, pemberdayaan, penyuluhan dan lain- lain. Kesiapan sumber dya manusia dalam pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi untuk program pendidikan luar sekolah haruslah sejalan dengan kemajuan teknologi atau kebutuhan sumber daya manusia tersebut karena kalau tidak pengelolaan program tersebut tidak akan berjalan dengan baik. Namun pengelola program dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi haruslah mempunyai skill atau keahlian khusus dalam perencanaan, pemanfaatan, dan evaluasi sehingga apa yang dicapainya terwujud. Selain itu teknologi juga digunakan untuk merancang dan mengkomunikasikan program kepada warga belajar. Untuk itu kesipan sumberdaya manusia diperlukan pada kondisi seperti ini. Kesiapan seseorang itu sangat diperlukan dalam memanfaatkan TIK dalam pogram pendidikan luar sekolah, agar program yang diberikan kepada masyarakat dapat memberikan dampak yang positif terhadap kehidupan masyarakat. Jika kita lihat pada saat ini manusia memang sudah siapa dalam memanfaatkan teknologi hal ini bisa kita lihat pada pemanfaatn teknologi dalam berbagi bidang, baik bidang ekonomi, politik, sosial dll.
Sumber Referensi
http://annisamiftahusshaumi.blogspot.com/2018/03/normal-0-false-false-false-in-x-none-x_13.html
(Diakses pada tanggal 1 Oktober 2021 pukul 20:28)
http://frizkabyani.blogspot.com/2018/03/tik-pls.html
(Diakses pada tanggal 1 Oktober 2021 pukul 20:35)
http://nisamardha09.blogspot.com/2015/03/tik-serta-manfaat-tik-bagi-pls.html
(Diakses pada tanggal 1 Oktober 2021 pukul 20:52)
Dengan hadirnya TIK, orang-orang dari seluruh dunia bisa saling bertukar informasi atau berinteraksi dengan cepat dan efisien, tidak tergantung pada lokasi dan jarak mereka ataupun perbedaan bahasa yang mereka gunakan sehari-hari. Seseorang yang tinggal di daerah yang terpencil bisa mengambil informasi atau memperoleh pengetahuan yang sebenarnya terletak ribuan atau ratusan ribu kilometer darinya. Banyak program komputer yang ditujukan untuk mempermudah orang dalam mempelajari ilmu pengetahuan maupun bahasa asing. dengan dukungan multimedia, ilmu-ilmu yang sering dianggap sulit dapat disajikan dalam bentuk atau cara yang membuat orang senang mempelajarinya.
TIK sudah menjadi suatu daya penggerak perubahan bidang pendidikan dan mereka adalah suatu bagian integratif dari kebijakan dan rencana pendidikan nasional. Bukti yang berkembang menunjukkan semakin banyak negara yang mulai melengkapi sekolah mereka dengan komputer untuk mencapai reformasi sekolah atau usaha peningkatan sekolah atau bahkan untuk memberi sekolah mereka suatu penampilan modern dan bertenologi.
Penguasaan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dapat dilakukan secara otodidak maupun melalui pelatihan yang dilakukan secara bertahap atau berkelanjutan demi kegiatan pembelajaran yang menarik dan waga belajar lebih termotivasi dan lebih optimal dalam memahami materi pembelajaran. Kemendikbud (2020) menyatakan teknologi dibidang pendidikan mengalami ketertinggalan dibandingkan dari perkembangan teknologi bidang finance maupun e-commerce.
Begitupun dengan dunia pendidikan luar sekolah, TIK menjadi media yang sangat penting dalam pembelajaran bagi warga belajar. Dengan penggunaan TIK segala hal dapat dengan mudah di akses dan dilaksanakan, dengan praktek dan penguasaan TIK yang memadai.
Praktek penggunaan atau penguasaan TIK dalam pendidikan luar sekolah sangatlah penting diterapkan di zaman sekarang yang hidup bersama teknologi, tentu saja pemanfaatannya begitu dirasakan, jika tidak bisa menggunakan TIK maka kita akan ketinggalan informasi maupun kemampuan.
Jadi sangat diperlukan penguasaan dan praktek penggunaan TIK dalam dunia pendidikan,karir, dan kehidupan sehari-hari kita.
SUMBER REFERENSI
Keberterimaan warga belajar terhadap produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang digunakan dalam program pendidikan luar sekolah.
Keberterimaan warga belajar terhadap produk TIK yang digunakan dalam program PLS merupakan respon baik atau diterimanya oleh warga belajar itu sendiri terhadap penggunaan produk TIK dalam program PLS.
Banyak masyarakat yang belum menirima kemajuan tekonologi ini terutama dalam Program Pendidikan Luar Sekolah yang berupa penyiluhan kemajuan Teknologi untuk membantu para petani dalam memudahkan kerja mereka.
Keberterimaan warga belajar terhadap produk TIK yang digunakan dalam program PLS cenderung dipengaruhi oleh kemudahan untuk mengoperasikan, artinya jika pengguna atau warga belajar merasakan mudah untuk memahami dan mengoperasikan sebuah sistem informasi, maka dia akan bersedia menggunakannya dan menerima produk dari TIK tersebut.
Sama halnya dengan jika warga belajar merasa senang dan dapat membantunya dalam penerimaan informasi yang disampaikan oleh sumber belajar dengan mudah tanpa ada gangguan apapun dengan adanya bantuan atau pemanfaatan produk dari TIK ini, maka ia akan terbuka dan senang menerima dari pemanfaatan atau penggunaan produk TIK dalam program PLS.
Begitu juga sebaliknya, jika hal yang terjadi berbanding terbalik dengan di atas, maka kemungkinan besar warga belajar tidak akan mudah menerima produk TIK yang digunakan dalam PLS.
SUMBER REFERENSI
Anawati, Novita Dwi. Dkk. 2013. Keberterimaan Pengguna (mahasiswa) terhadap Sistem Informasi Akademik Universitas Airlangga Cyber Campus (UACC). Pdf.
http://www.academia.edu/590798/Pemanfaatan_Teknologi_Informasi_dan_Komunikasi_Mendukung_Pembangunan_Pertanian_Berkelanjutan
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan bagi sobat semua :)
Terimakasih sudah mengunjungi blog ini, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sumber Referensi
Asslamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh, Halo sobat semua, penulis akan membahas mengenai
penggunaan TIK sebagai sarana komunikasi dengan kelompok sasaran pendidikan
luar sekolah.
Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) mengalami perkembangan yang pesat dan
dimanfaatkan di semua sisi kehidupan, termasuk di bidang pendidikan.
Dalam
pendidikan luar sekolah, peran TIK sangatlah berperan penting dalam
pembelajaran, ketika melaksanakan suatu kegiatan ataupun program pendidikan
luar sekolah, teknologi informasi dan komunikasi penggunaanya sangat
dibutuhkan.
Berikut
penggunaan TIK sebagai sarana komunikasi dengan kelompok sasaran :
1. Pembelajaran Kejar Paket C berbasis ICT
Merupakan
salah satu program kelompok kerja (Pokja) Kesetaraan BP-PLSP Regional I.
Program ini difasilitasi oleh Direktorat Pendidikan Kesetaraan, Ditjen PLS,
Depdiknas, melalui dana block grant perluasan akses pendidikan kesetaraan
dengan memanfaatkan information and communication technology (ICT) tahun 2006.
Produk daripada program Pembelajaran Paket C berbasis ICT yaitu Aplikasi
Pembelajaran Paket C Berbasis Web.
Mewakili
tim pengelola program ini, Arifin Ambarita,S.Si. dari atas pentas menyampaikan
bahwa peserta didik hanya mendaftar melalui internet dan tak perlu datang
secara langsung ke penyelenggara. Pembelajaran juga melalui internet dan
seluruh modul-modul dapat didownload. Untuk menguji tingkat kompetensi peserta
didik disediakan soal-soal untuk dikerjakan dan secara langsung dapat diketahui
skor setelah usai mengerjakan.
Sasaran
program ini tidak hanya dimanfaatkan oleh peserta didik pada kelompok belajar
Paket C yang dikelola BP-PLSP Regional I tapi juga melayani kelompok-kelompok
belajar yang dikelola SKB di Kabupaten/Kota, PKBM dan satuan pendidikan
nonformal lainnya. Modul dan soal yang disediakan dapat diakses oleh peserta
didik setelah melakukan registrasi terlebih dahulu.
Setiap
satu topik materi diadakan ujian secara online dan peserta didik dapat langsung
mengetahui jawabannya. Apabila skornya 60 maka dinyatakan lulus dan berhak
mengikuti pembelajaran berikutnya. Apabila skornya dibawah 60 maka dinyatakan tidak
lulus dan harus mengulang.
2. Teknologi Radio Paket
Terkait
dengan masalah infrastruktur penunjang teknologi informasi, terdapat beberapa
pilihan yang dapat dilakukan, tapi salah satu solusi yang tepat melihat situasi
serta kondisi masyarakat yang menjadi sasarannya adalah dengan menggunakan
konsep yang ditelurkan oleh tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yaitu
dengan menggunakan teknologi Radio Paket. Dengan menggunakan teknologi ini kita
sudah dapat membangun suatu jaringan komputer dengan biaya murah serta mudah.
Selain itu teknologi ini dapat digunakan di daerah-daerah yang belum dijangkau
oleh koneksi dial-upnya telkom. Tentu saja pembangunan ini perlu mendapat
dukungan dari semua pihak termasuk pemerintah daerah.
Perangkat-perangkat
informasi seperti Situs, e-learning serta sistem informasi pendidikan luar
sekolah juga menjadi poin yang penting untuk dikembangkan sebab dari sanalah
semua bahan dan informasi mengenai pendidikan luar sekolah didapatkan.
Walaupun
kita telah dapat merealisasikan infrastruktur serta perangkatnya, hal tersebut
menjadi tidak berguna apabila tidak ditunjang oleh SDM yang baik. Untuk
mewujudkan SDM yang baik terutama dalam menggunakan perangkat teknologi
informasi diperlukan pelatihan serta sosialisasi mengenai hal tersebut. Mungkin
bagi stakeholder atau pelaksana teknis di bidang pendidikan luar sekolah,
pelatihan berbasis teknologi informasi bukanlah barang baru. Sebab BPPLSP
Regional V Makassar misalnya telah beberapa kali melaksanakan pelatihan seperti
itu, tapi bagaimana bagi tutor atau peserta paket A, B, C misalnya. Pasti belum
banyak yang mengenal hal tersebut. Oleh karena itu perlu dipikirkan suatu
konsep yang dapat mengintegrasikan pengetahuan mengenai teknologi informasi
pada seluruh lapisan masyarakat.
BPPLSP
Regional V Makassar sendiri sebagai perpanjangan pemerintah pusat di daerah
yang bertanggung jawab dibidang pendidikan luar sekolah telah berusaha
mengembangkan perangkat-perangkat penunjang untuk penyebaran informasi
pendidikan luar sekolah diantaranya pengembangan website, Pengembangan sistem
informasi pendidikan luar sekolah, e-learning pendidikan luar sekolah.
Sedangkan untuk ke depan BPPLSP Regional V telah merencanakan membuat suatu
komunitas berbasis teknologi informasi di lingkup propinsi hingga pedesaan
dalam program Cyber Village.
3. Pengembangan Televisi Pendidikan Indonesia
untuk Pendidikan Luar Sekolah
Sejak
REPELITA 1 sebenarnya pemerintah sudah berniat untuk mengembangkan siaran radio
dan televisi pendidikan untuk peningkatan mutu sekolah dasar. Untuk keperluan
itu berbagai studi dan langkah persiapan, termasuk pelaksanaan proyek
perintisan telah pula dilakukan, dan sejumlah kebijakan telah pula di gariskan.
Bahkan untuk pertama kali media pendidikan dicantumkan dalam Ketetapan MPR
mengenai Garis Besar Haluan Negara, dimana ditentukan bahwa “media pendidikan
serta fasilitas lainnya perlu terus disempurnakan, ditingkatkan, dan lebih
didayagunakan.” (MPR-RI, 1988:70).
Bila
kita kaji secara empirik , kita mengenal tiga macam strategi pengembangan
penggunaan media komunikasi masa, terutama televisi, untuk keperluan pendidikan dan atau
komunikasi pembangunan, yaitu strategi perintisan atau percontohan, strategi
penahapan dan strategi serentak. Strategi perintisan atau percontohan memang
mempunyai landasan ilmiah yang lebih mantap karena berbagai komponen pengembangan
dicobakan, dinilai, dan disempurnakan. Namun sering kali kegiatan perintisan
ini diselenggarakan dalam skala yang terlalu kecil sehingga kurang mendapt arti
secara nasional. Oleh karena itu sering kali tidak dapat “tinggal landas” untuk
di difusikan secara meluas.
Contoh
kategori siaran pendidikan luar sekolah :
a. Among Tani
Sasaran
: warga pedesaan
Isi
: bimbingan dan penyuluhan dalam bidang pertanian, termasuk perkebunan,
peternakan, perikanan untuk meningkatkan hasil dan mutu produksi, serta pengolahan
dan pemasarannya.
Kriteria : instruksional disertai peragaan, visualisasi dan simulasi.
b. Para Pemuda
Sasaran
: pemuda dan remaja
Isi
: bimibngan untuk meimilih dan membina karir, di utamakan karir untuk
berwiraswasta dan wirausaha.
Kriteria
: instruksional disertai fragmen, uraian, peragaan dan ilustrasi.
Produksi
dan pengadaan paket siaran. Yang dimaksud dengan produksi adalah membuat paket
siaran sendiri (di dalam Negeri) berdasarkan naskah yang telah di rancang
sesuai dengan kriteria mata acara. Sedangkan yang dimaksud dengan pengadaan
paket siaran adalah pembelian atau perolehan rekaman yang sudah jadi, dan yang
dinilai sesuai dengan kriteria mata acara dan kriteria penyiaran.
SUMBER REFERENSI
http://myworld-mala.blogspot.com/2011/11/aplikasi-tik-dalam-pendidikan-luar.html( Diakses pada tanggal 3 September,pukul 20:13)
https://ajokuniang.blogspot.com/2018/02/penggunaan-tik-dalam-program-pendidikan.html( Diakses pada tanggal 3 September,pukul 21:10)
http://oktaviani.staff.gunadarma.ac.id/Publications/files/2159/tiuntukpendidikannonformal.pdf( Diakses pada tanggal 3 September,pukul 21:20)
https://media.neliti.com/media/publications/144496-ID-pelaksanaan-program-pendidikan-pelatihan.pdf( Diakses pada tanggal 3 September,pukul 21:05)
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Halo sobat semua, mendengar kata TIK tentu saja sudah tidak asing lagi di telinga kita semua, karena TIK sudah menjadi salah satu kebutuhan bagi manusia pada saat ini, terlebih perkembangan TIK pada saat ini sangat lah pesat, sehingga dalam kehidupan kita sehari-hari tidak luput dari penggunaan TIK. Teknologi informasi dan komunikasi menjadi suatu teknologi yang sangat penting bagi masyarakat termasuk dalam dunia pendidikan, karena dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran (materi pembelajaran) yang dapat diakses dari teknologi tersebut. Jika peserta didik memiliki kemampuan dan menguasainya maka akan besar manfaatkan bagi peserta didik dapat mengembangkan bahan ajar yang sedang dipelajarinya baik dalam pendidikan formal maupun non formal.
Kali ini penulis akan membahas apa saja manfaat TIK dalam pendidikan luar sekolah yaitu :
SUMBER REFERENSI
Andayani, (2011), Pemanfaatan Teknolofi Informasi dalam Pembelajaran, Jakarta, Penerbit Universitas terbuka. (Diakses pada tanggal 25 Agustus, jam 12:30)
https://ajokuniang.blogspot.com/2018/02/penggunaan-tik-dalam-program-pendidikan.html (Diakses pada tanggal 25 Agustus, jam 14:12)
Lkpd Masyarakat Indonesia pada Masa Hindu-Buddha dan Islam