PENDIDIKAN
KELUARGA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK
Oleh
Riri Novrianti Mahasiswa PLS UNP 2019
Bagi anak, lingkungan pertamanya adalah
keluarga. Dalam keluarga merupakan suatu tahap pertama dalam mempelajari dunia.
Pola asuh yang baik dalam keluarga merupakan pondasi pertama yang dimiliki anak
dalam hidupnya jadi penting bagi orang tua untuk senantiasa belajar dalam
mendidik dan mengasuh anak-anaknya karena orang tua adalah guru pertama bagi
anak. Pola asuh yang diterima anak sama dengan doktrin yang ditanamkan sejak
dini dalam kehidupan anak. Jadi, pola pikir, cara berperilaku, cara berbicara
hal tersebut berawal dari didikan orang tua.
Orang tua sebagai pendidik yang paling utama dengan
memberikan pola pengasuhan yang diterapkan dalam keluarganya. Orang tua
memiliki peran penting dan strategis dalam menentukan kearah mana anak
melangkah dan kepribadian anak akan dibentuk (Djamarah, 2014 : 44)
Banyak masalah anak yang menjadi pemicu rasa pesimis tinggi, misalnya
kegagalan yang dialami, cemoohan, bahkan kesalahan orang lain yang ditimpakan
padanya. Anak-anak adalah fase yang rentan, kesalahan menanggapi dan menyikapi
dapat menjadi masalah serius. Contoh ketika anak gagal dalam bidang akademik,
jangan sekali-kali katakan “kamu anak yang bodoh, Cuma seperti ini saja tidak
bisa, kamu tidak berbakat, kamu tidak berkompeten dan lain sebagainya”.
Kata-kata tersebut merupakan kekerasan verbal yang berdampak buruk dalam
kejiwaan anak. Anak akan meyakini bahwa dirinya adalah anak tak berguna, anak
bodoh dan lainnya. Berawal dari hal tersebut maka anak akan menjadi pesimis
dalam belajar, pesimis dalam mencoba hal baru dan lain sebagainya. Kemudian
akibatnya anak tidak dapat berkembang sesuai harapan.
Kepercayaan
diri ini menjadi penting karena terkadang seseorang punya potensi yang hebat
tapi kemudian tidak tampil, tidak muncul karena kurang percaya diri untuk
mengekspresikannya, sehingga potensinya hanya jadi milik nya sendiri, menunggu
untuk ditemukan oleh orang lain, sementara orang-orang yang mungkin percaya
diri untuk lebih mengeksperikan diri, lebih bisa terlihat oleh orang
lain, yang paling penting itu memunculkan potensi apa yang dimiliki, sehingga
bisa mengembangkan dan mengoptimalkan kepercayan diri.
.
Kepercayaan diri yaitu keyakinan akan kemampuan diri
seseorang sehingga tidak mudah terpengaruh oleh orang lain dan dapat bertindak
sesuai kehendak,gembira,optimis,cukup toleran, dan bertanggung jawab
(Loutser,1992). Kepercayaan diri ini berhubungan dengan kemampuan melakukan sesuatu
yang baik, karena pada dasarnya manusia itu terbatas pada sejumlah
hal yang dapat dilakukan dan kemampuan yang dikuasai.
Misalnya, ketika anak belajar menggambar
sebagai orang tua perlu mensupport dan mengapresiasi prosesnya. Kebanyakan
orang tua masih beranggapan bahwa ketika anak beberapa kali gagal maka anak itu
akan dilabeli sebagai anak bodoh, tidak berbakat, tidak berkompeten dan
lain-lain.
Kesalahan
pola asuh pada anak berakibat fatal bagi perkembangan anak, baik secara fisik
maupun mental. sebagai orang tua wajib bagi kita untuk memastikan anak
berkembang secara keseluruhan baik itu secara fisik maupun mentalnya. Kondisi
fisik yang berkembang secara sehat ditandai dengan bugarnya tubuh seorang anak,
bergerak aktif dan tumbuh sesuai dengan usianya. Sedangkan perkembangan mental
yang baik adalah bertambahnya kedewasaan anak, kepercayaan diri dan
lainnya.Percaya diri adalah suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek
kelebihan yang dimiliki seseorang dan keyakinan tersebut membuatnya merasa
mampu untuk bisa mencapai tujuan hidupnya. (Hakim, 2004:6).
Membangun kepercayaan diri pada anak :
1. Mengajari Keterampilan yang di perlukan, agar
anak berfungsi secara mandiri dan merasa kompeten, seperti menggunakan sepatu
sendiri, membereskan barang-barangnya sendiri, dsb.
2. Mengingat Keberhasilan sebelumnya, agar ia
menyadari perkembangan keterampilannya (Lebih mampu,lebih terampil,lebih
berani),seperti membandingkan ia dengan hari pertama sekolah dsb
3. Memberikan anak tanggung jawab,meningkatkan
pengalaman dibutuhkan,mengakui,dan menghargai usahanya,seperti melibatkan anak
untuk merapikan meja dsb.
Dalam menjalani kehidupan kepercayaan diri
merupakan modal awal yang perlu dimiliki setiap orang. Dengan rasa percaya
terhadap dirinya manusia akan yakin dan optimis dalam melakukan sesuatu,
meskipun akan gagal rasa percaya untuk mencoba itu adalah sesuatu yang
berharga. seseorang yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi tampak sebagai
sosok yang berani.
Peran
Orang tua untuk mendukung kepercayaan anak
1. Menjadi role
model bagi anak
2. Mendorong anak untuk mencoba hal yang baru
3. Memberikan ruang untuk gagal
4. Mengevaluasi kesahalan (hindari memarahi anak)
5. Mengapresiasi proses yang dilalui anak
6. Membantu anak menemukan minat/bakat
7. Membantu anak menetapkan tujuan
8. Melibatkan anak dalam kegiatan sehari-hari
9. Mengenali kelebihan dan merangkul
ketidaksempurnaan
10. Menunjukkan cinta dan memberikan rasa aman
Oleh karena itu, mulailah dengan dekati anak, pahami anak dan ajarkan
mereka tentang kehidupan yang baik. Semakin percaya anak terhadap kehidupan
yang baik maka mereka akan percaya dengan hidup dan percaya dengan dirinya.
Begitupun sebaliknya, ketika anda menunjukkan sisi kejam dunia tanpa
menunjukkan kebaikan didunia maka anak akan berkembang menjadi manusia yang
penakut bahkan bisa menjadi brutal sebagai wujud perlawanannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar